Alasan KPK Panggil Kembali Melchias Marcus Mekeng

Alasan KPK Panggil Kembali Melchias Marcus Mekeng – Komisi Pembasmian Korupsi (KPK) menyarankan Anggota DPR RI Melchias Marcus Mekeng untuk penuhi panggilan kontrol berkaitan masalah sangkaan suap pengurusan terminasi kontrak Kesepakatan Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B) PT Asmin Koalindo Tuhup (PT AKT).

Mekeng direncanakan akan diminta infonya untuk terduga Samin Tan.

“Selasa, 8 Oktober 2019 akan dikerjakan pemanggilan pada Mekeng jadi saksi untuk terduga SMT [Samin Tan]. Jadi, KPK mengharap Mekeng dapat hadir serta mengemukakan apa yang ada, apa yang dia tahu masalah kontrak karya ini,” tutur Juru Bicara KPK Febri Diansyah pada wartawan di Kantornya, Jakarta, Senin (7/10) malam.

Pemanggilan ini adalah penjadwalan lagi sebelumnya setelah Mekeng tetap mangkir. Pada 2x panggilan, Mekeng sedang ada di luar negeri untuk jalankan pekerjaan dinas. Sesaat satu panggilan lain yang tidak dia penuhi karena berobat.

“Sampai Senin malam, saya cek ke team penyidik belumlah ada pemberitahuan yang berkaitan tidak hadir esok. Jadi, kami mengharap esok kontrol dapat dikerjakan,” kata Febri.

KPK sudah menahan Ketua Fraksi Golkar Melchias Marcus Mekeng untuk melancong ke luar negeri sepanjang enam bulan ke depan terhitung semenjak Selasa 10 September 2019.

Mencegah diserahkan buat kebutuhan penyelidikan masalah sangkaan suap pengurusan terminasi kontrak Kesepakatan Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT).

Dalam masalah ini, Samin Tan disangka memberikan uang Rp5 miliar pada bekas Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih untuk kebutuhan proses pengurusan terminasi kontrak PKP2B PT AKT.

Ini adalah peningkatan dari masalah suap berkaitan persetujuan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-I yang menangkap Eni Maulani Saragih, entrepreneur Johannes Budisutrisno Kotjo, serta bekas Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham.

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mengatakan Samin Tan minta pertolongan Eni untuk mengakhiri permasalahan terminasi kesepakatan PT AKT, anak usaha PT Borneo Lumbung Energy & Metal di Kalimantan Tengah.

Dalam bukti persidangan, Mekeng disebutkan jadi orang yang mengenalkan Samin Tan dengan Eni Maulani Saragih. Walau telah jadi terduga, sampai sekarang Samin Tan belum ditahan oleh instansi antirasuah KPK.

Atas tindakannya, Samin Tan dijaring Klausal 5 Ayat (1) huruf a atau Klausal 13 Undang-undang Nomer 31 Tahun 1999 seperti sudah dirubah dengan Undang-undang Nomer 20 Tahun 2001 mengenai Pembasmian Tindak Pidana Korupsi juncto Klausal 64 ayat (1) KUHP.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *