Bukit Soeharto Sebagai Lokasi Rimba Dengan Luas Capai 61 Ribu Hektar

Bukit Soeharto Sebagai Lokasi Rimba Dengan Luas Capai 61 Ribu Hektar – Presiden RI Joko Widodo akan memutuskan ibu kota baru berada pada Kalimantan Timur. Perkenalkan, berikut ini daerah Bukit Soeharto yg bisa jadi tempatnya.

Senin (26/8) Jokowi memberitakan bakal menempatkan ibu kota dari Jakarta ketujuan Kalimantan Timur. Lokasi yg bakal dibidik ialah sejumlah ruangan Kutai Kartanegara serta sejumlah Penajem Paser Utara. Salah satunya lokasi yang berubah menjadi ruangan ibu kota baru yaitu Taman Rimba Raya (Tahura) Bukit Soeharto.

Bukit Soeharto sebagai lokasi rimba dengan luas capai 61 ribu hektare. Di sini, sebagai rimba paduan Dipterocarpaceae dataran rendah, rimba kerangas, rimba pantai, semak belukar serta alang-alang.

Lalu, kenapa punyai bagian nama presiden ke-2 RI? Dahulunya lokasi ini diputuskan jadi wilayah konservasi pada tahun 1991. Pada jaman itu, Soeharto masih memegang berubah menjadi presiden RI.

Daerah ini begitu sepi serta gelap saat malam hari. Cuma beberapa kendaraan yang silam lalang melalui daerah Bukit Soeharto. Kebanyakan, pengendara mau berpergian ke Samarinda dari Balikpapan lewat perjalanan darat.

Jalanan di Bukit Soeharto condong berliku-liku serta punyai belokan tajam. Ada beberapa pohon tinggi serta pelbagai tanaman liar disekitarnya. Bahkan juga, beberapa fauna liar pun masih berubah menjadi penghuni Bukit Soeharto. Ada orangutan, beruang madu, landak, owa-owa, kera ekor panjang sampai babi rimba.

Traveler bisa juga menemukannya rumah makan, satu diantaranya Rumah Makan Tahu Sumedang. Area Rumah Makan Tahu Sumedang ditengah-tengah jalan dari Balikpapan ke Samarinda serta sebaliknya, atau pasnya di Jl Raya Balikpapan-Samarinda Km 50, pasnya di Bukit Merdeka, Semboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Sayangnya, situasi Bukit Soeharto yg kaya situasi alam saat ini disalahgunakan oleh pelbagai faksi. Ada penebangan liar, ubah manfaat area serta bahkan juga usaha pertambangan yg terdapat resiko menyebabkan kerusakan lingkungan.

Moga-moga pembangunan ibu kota akan tidak menganggu lokasi konservasi Bukit Soeharto. Malahan mestinya flora serta fauna tetap terbangun di habitatnya. Lantaran, ibukota semestinya diperlukan paru-paru hijau yg disajikan dari lokasi konservasi.