Warga Australia Di Minta Tinggalkan Hongkong

Warga Australia Di Minta Tinggalkan Hongkong – Perwakilan populasi penduduk China kelahiran Hong Kong di Australia memohon Pemerintahan Australia menunda persetujuan perdagangan bebas dengan Hong Kong sampai keadaan di daerah itu sehat.

Himpitan ini diungkapkan menyalip terus berlanjutnya pergerakan penampikan atas penerapan Undang-undang kritis di Hong Kong yg berakhir ribut pada Jum’at (5/10/2019) tempo hari.
Pengakuan yg diterima ABC dalam hari Sabtu (5/10/2019) diberi tanda tangan oleh beberapa grup populasi penduduk China asal Hong Kong di Australia seperti Australia Hong Kong Link, NSW HongKongers, serta Grup Kepedulian Mahasiswa Perth-Hongkong, mereka menyorot keadaan ekonomi yg tak konstan serta tidak bisa diperhitungkan di negara asal mereka sejalan dengan terus berlanjutnya pergerakan protes yg udah terjadi lebih dari empat bulan di daerah semi otonomi itu.

Dalam pernyataanya mereka memohon Australia buat tunda serta pertimbangkan kembali persetujuan perdagangan bebas (FTA) dengan Hong Kong.

” Kami mendorong Pemerintah Australia buat mengawali operasi mengevakuasi penduduk di Hong Kong, dan memohon semua perusahaan Australia buat menarik semua dana dari kota Hong Kong, ” tuliskan pengakuan itu.

Perdagangan dua arah Australia dengan Hong Kong ini ditaksir berharga $ 17, 8 miliar pada 2018. Hong Kong tersebut berubah menjadi sumber investasi asing paling besar ke-5 di Australia.

Perjanjian ini sendiri udah diberi tanda tangan pada bulan Maret 2019 lalu, namun tetap harus diratifikasi oleh Parlemen serta tengah diperhitungkan oleh Komite Terus Berbarengan buat Persetujuan.

Departemen Luar Negeri serta Perdagangan udah dihubungi buat berikan komentar namun belum menyikapi sampai risalah ini diluncurkan.

Himpitan buat menunda persetujuan perdagangan bebas yg belum diratifikasi di antara Hong Kong serta Australia ini pun disuarakan oleh grup serikat pekerja.

” Mengingat eskalasi yg berlangsung di Hong Kong, ACTU menyuarakan terhadap Pemerintah buat tunda sambungan persetujuan ini, ” kata Presiden Dewan Serikat Buruh Australia Michelle O’Neil pada bulan Agustus.

Ditengah-tengah bertambahnya ketidakpastian internasional terkait perdagangan, penting untuk Australia buat ambil langkah berhati-hati berkaitan dengan persetujuan dengan lokasi yg alami pergolakan politik serta ketidakstabilan yg subtansial. “

Dalam pengakuannya perwakilan populasi Hong Kong di Australia pun mendorong supaya pemerintahan Scott Morrison memperbolehkan penduduk Hongkong terus ada di Australia ” tiada prasyarat ” mengingat kegaduhan yg terus berbuntut di lokasi semi-otonom itu.

” Kami mendorong Pemerintah Australia buat kurangi penentuan permintaan visa untuk penduduk Hongkong, serta buat sangat mungkin penduduk Hong Kong yg sekarang ini ada di Australia supaya diijinkan perpanjang saat tinggal mereka tiada prasyarat hingga keadaan kegaduhan dalam kota Hong Kong tambah baik, ” tuliskan pengakuan itu

Permintaan ini menunjuk pada peraturan mirip awal mulanya sempat dilaksanakan oleh mendiang Pertama Menteri Australia Bob Hawke, yg memperbolehkan beberapa ribu pelajar harapan China buat terus di Australia seusai berlangsungnya pembantaian di Lapangan Tiananmen tahun 1989.

Salah satu orang perwakilan personel populasi Hong Kong di Melbourne, Jane Poon, terhadap ABC mengemukakan salah satunya sumber kegalauan mereka merupakan diberlakukannya UU Kritis yg diberitakan Kepala Eksekutif Hong Kong Carri Lame dalam hari Jumat (5/10) 2019) .

Dengan berlakunya UU ini jadi pemerintah memperoleh kekuasaan luas buat menindak pemeran kegaduhan.

Peraturan baru ini salah satunya melarang peserta pergerakan protes memanfaatkan masker ataupun penutup muka, suatu yg banyak dipraktekkan oleh massa pergerakan buat perlindungan identitasnya ataupun pun buat perlindungan diri dari gas air mata saat berlangsungnya pergerakan protes anti-Beijing yg udah terjadi lebih dari empat bulan.

” Lantaran keadaan ini kami mengharapkan Pemerintah Australia bisa memperbolehkan sejumlah pelajar kami di sini buat perpanjang visa mereka hingga keadaan di kota kami bisa diakhiri, ” .

” Saya takut buat kembali lagi Hong Kong. Apa saya hendak kembali lagi Australia dengan terjamin? ” kata Jane Poon.

Jane Poon, memberi tambahan Pemerintah Australia mesti pertimbangkan buat menambah travel warning untuk masyarakatnya yg ingin berpergian ke Hong Kong.

” Saat ini tak terjamin buat siapa lantas. Untuk pelancong, jelas tak terjamin, ” ujarnya.

Mengingat eskalasi yg berlangsung, perwakilan penduduk China Hong Kong pun menyuarakan supaya penduduk negara Australia di Hong Kong lekas dievakuasi serta mendorong Australia menempatkan peraturan sangsi Magnitsky pada petinggi Hong Kong yg ikut serta dalam penindasan hak fundamental manusia (HAM) .

Bentuk dari Sangsi Magnitsky salah satunya berikan kekuasaan untuk otoritas Departemen Luar Negeri serta Departemen Keuangan satu negara buat melarang perjalanan serta membekukan asset individu yg udah melaksanakan pelanggaran hak fundamental manusia berat di satu negara.

Bulan yang lalu, banyak pemimpin mahasiswa pro-demokrasi Hong Kong mengingatkan kemampuan berlangsungnya moment ” Lapangan Tiananmen lain ” saat kunjungan mereka ke Australia serta mengatakan keprihatinannya pada mahasiswa internasional dari Hong Kong.

Kegentingan di antara mahasiswa Hong Kong serta mahasiswa China daratan di beberapa universitas di Australia pun bertambah menyalip berlangsungnya gelombang protes pro-demokrasi. Situasi ini mengakibatkan konfrontasi yg menghangat di universitas-universitas di Brisbane, Adelaide serta Canberra.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *